Sunday, September 28, 2014

What kind of person I am?

Udah lumayan lama semenjak post terakhir di blog ini. Padahal besok ada UTS, cuma ya gitu deh. Lagi ga sreg aja belajar. Jadi aku mau cerita-cerita tentang kejadian di hari sabtu.


Beberapa dari kalian pasti udah pernah ngelakuin ini sama temen-temen pas pelajaran BK. Dan ini udah keempat kalinya aku lakuin semenjak kelas 9. Yaitu tulis nama kita di slembar kertas,
lalu oper kertasnya ke temen dan mereka tulis pandangan mereka tentang kita. Kegiatan ini termasuk kegiatan yang aku suka, karena selain menyadari "Wah, ternyata aku punya kelebihan". Juga sebagai intropeksi diri. Sebenernya ini juga bisa sebagai 'alat tes' apakah temen yang selama ini bareng sama kita emang beneran 'temen'. Karena disinilah aku nemu orang yang kayak begitu. Tapi ya sudahlah, toh semua orang punya kekurangan.





Dan sejak kelas 10, kata-kata yang selalu muncul di kertas itu adalah "jangan nangis." Jadi ceritanya begini, setiap aku ngomong di depan kelas entah kenapa suaraku selalu kayak orang mau nangis. Dan setiap aku bicara di depan teman-temanku selalu ngomong, "Syif, jangan nangis~" yang bikin aku jadi makin grogi di depan kelas. Wkwkwk



Dan ada beberapa tulisan yang pas aku baca aku mikir "Oh, ya? Aku kayak gitu ya emangnya?" Contohnya seperti rajin, pendiem, dan kalem. Rajin? Terkadang. Kalau lagi mood ya emang rajin. Pendiem dan kalem? Well, sebenernya ini bukan sifat aku yang biasanya tapi akhir-akhir ini aku ngerasa lebih pendiem. Dulu yang pengennya ngomong nyerocos sekarang lebih seneng dengerin orang ngomong daripada ngomong sendiri.



Aku diam bukan karena aku orang yang pendiam. Tapi ya karena aku lebih memilih diam daripada bicara trus ga ada yang merhatiin? Atau mungkin bicara tapi bikin orang lain ga enak? Mungkin diam lebih aman untuk beberapa situasi. Dan mungkin itulah yang membuat beberapa orang dari mereka kalau aku orang yang pendiam dan kalem. Well, just see....



Ada lagi yang banyak muncul di kertasku. Pasti selalu ada tulisan "suka bagi-bagi makanan". Malah ada yang nulis "My Lovely asupan nutrisi". Juga tulisan "Tukang nagih duit", "bendahara yang tegas dan berani", "uang kas masih nunggak". Aku cuma senyam-senyum baca tulisan mereka.



Setelah baca kertasku yang udah ditulis sama temen-temen sekelas, aku menyadari kalau aku punya kelebihan yang harus aku syukuri. Meskipun aku tahu kalau ada dari mereka yang mikir apa kelebihanku padahal aku kasih kata-kata semangat buat dia biar ga nyerah. Makanya aku bilang di awal kalau kegiatan ini bisa dijadikan 'alat tes'. Dan satu lagi yang kupelajari, jangan mudah percaya dengan orang lain. Untuk saat ini, keluarga satu-satunya yang bisa aku percaya. Mereka yang lebih tau orang seperti apa aku.


No comments:

Post a Comment